Analisa Technopreneurship Asal Indonesia Beserta Perkembangan dan Peluang Bisnisnya
Technopreneurship adalah membangun sebuah usaha bisnis yang berbasiskan teknologi. Di Indonesia banyak muncul perusahaan-perusahaan berbasiskan teknologi seperti start up, marketplace, dan bisnis UMKM. Salah satu contohnya adalah Bukalapak, Gojek, Ovo, Tokopedia, dan Traveloka. Berikut akan dijabarkan analisa perkembangan dan peluang bisnis yang dijalankan.
1. Bukalapak
- Perkembangan
Bukalapak merupakan salah satu perusahaan e-commerce di Indonesia yang dirikan oleh Achmad Zaky, Nugroho Herucahyono, dan Muhamad Fajrin Rasyid pada tahun 2010. Pada awalnya Bukalapak merupakan toko daring yang memungkinkan para pelaku Usaha Kecil dan Menengah (UKM) untuk mulai merambah ke dunia maya. Pada tahun 2019, Bukalapak telah memiliki lebih dari 4,5 juta pedagang online, 70 juta pengguna aktif bulanan, 1,9 juta mitra warung, dan rata-rata 2 juta transaksi per hari.
Bukalapak mencatatkan nilai transaksi harian pada tahun 2016 mencapai Rp 50 miliar. Meningkat dari tahun sebelumnya yang mana pada 2015 hanya Rp 7 miliar dan pada 2014 Rp 500 juta. Di awal 2019, annualized run rate paid GMV Bukalapak diumumkan sebesar US$ 5 miliar dengan lebih dari 2 juta transaksi per harinya. Laba bruto per bulan Bukalapak di 2019 ini diumumkan Achmad Zaky sebanyak dua kali lipat lebih tinggi dari Desember 2018.
- Peluang Bisnis
Bukalapak dinilai memiliki peluang bisnis yang besar disebabkan masyarakat Indonesia yang melek terhadap teknologi serta teknologi yang terus berkembang sehingga mendorong pasar Bukalapak. Hal ini didukung dengan bisnis platform seluler yang tumbuh dengan cepat dan menawarkan berbagai peluang baru. Didukung juga oleh internet yang menjangkau hampir seluruh pelosok Indonesia sehingga Bukalapak dapat menjangkau seluruh Indonesia. Selain itu, dengan adanya teknologi internet, konsumen dari luar negeri juga bisa mengakses Bukalapak sehingga jangkauan pasar Bukalapak semakin luas.
Gaya hidup konsumtif masyarakat Indonesia dapat dimanfaatkan untuk mendatangkan keuntungan bagi Bukalapak dan para penjual di situs Bukalapak. Fitur yang ada pada bukalapak juga sangat memadai dan tingkat keamanannya yang tinggi tentu saja menarik minat masyarakat.
https://unsplash.com/photos/eHOmKhovImw
- Perkembangan
Gojek merupakan perusahaan teknologi asal Indonesia yang melayani angkutan melalui jasa ojek. Perusahaan ini didirikan pada tahun 2010 di Jakarta oleh Nadiem Makarim bersama Kevin Aluwi dan Michaelangelo Moran. Pada awalnya, Gojek bersistem manual. Ojek dipesan menggunakan telepon. Para pekerja Gojek menelepon satu per satu pengemudi ojek hingga ada yang menerima order. Namun, seiring berkembangnya perusahaan Gojek mampu beradaptasi dan membuat aplikasi dan sistem seperti yang kita kenal dan sering gunakan saat ini.
Setelah meluncurkan aplikasi ponsel pintar pada 2015 dengan hanya menawarkan tiga layanan: GoRide, GoSend, dan GoMart, Gojek mulai dikenal. Menurut hasil riset Lembaga Demografi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, Gojek menyumbang Rp 44,2 triliun bagi perekonomian Indonesia. Lalu, kualitas mitra pengemudi atau driver, disebut meningkat hingga 100 persen. Saat ini, Gojek telah tersedia di 50 kota di Indonesia. Hingga bulan Juni 2016, aplikasi Gojek sudah diunduh sebanyak hampir 10 juta kali di Google Play dan App Store. Gojek juga mempunyai layanan pembayaran digital yang bernama Gopay. Selain di Indonesia, layanan Gojek kini tersedia di Thailand, Vietnam dan Singapura.
- Peluang Bisnis
Jika dilihat dari sisi peluang bisnis, Gojek mempunyai peluang yang besar. Sebagai perusahaan yang pertama mengembangkan transportasi online, gojek sudah lebih dulu memiliki mitra driver dan pelanggan setia yang lebih banyak dibandingkan dengan perusahaan lain. Saat ini inovasi fintech semakin bagus sehingga mendukung layanan Gojek dan akses pasar ke generasi millenial juga semakin besar. Masyarakat juga kian membutuhkan jasa transportasi yang bisa mengatasi kemacetan.
Gojek juga memiliki layanan yang beragam sehingga berbagai kalangan masyarakat dapat menggunakannya. Contohnya saja banyak pengusaha kuliner yang tertarik bergabung menjadi mitra gojek membuat layanan Go-Food dari gojek menjadi salah satu daya tarik konsumen untuk menggunakan aplikasi gojek. Tentu saja hal ini akan mempermudah gojek dalam memperoleh keuntungan.
- Perkembangan
Ovo merupakan layanan dompet digital yang menawarkan berbagai transaksi dengan sejumlah mitra Ovo. Ovo diluncurkan pada Maret 2017, berada di bawah naungan PT Visionet Internasional. Pada awalnya Ovo menjalin kerjasama dengan perusahaan Lippo lainnya seperti Hypermart dan juga RS Siloam. Walau demikian Ovo memang dirancang untuk menjadi open platform.
Pada Mei 2018, Grup Lippo dan Tokyo Century telah membentuk serangkaian kemitraan di Indonesia termasuk investasi di Ovo, di mana Tokyo Century menginvestasikan sekitar US$ 120 juta. Pada bulan Juli 2018, Ovo mengumumkan kemitraan dengan beberapa perusahaan penting di Indonesia. Perusahaan yang diganden antara lain Bank Mandiri, Alfamart, Grab, dan Moka. Kemitraan baru ini, bersama dengan kemitraan yang telah dijalin dengan jaringan Lippo, menjadikan Ovo sebagai platform pembayaran dengan penerimaan terluas di Indonesia.
- Peluang Bisnis
Seiring dengan berkembangnya regulasi, juga kemajuan zaman dan teknologi, Ovo sebagai layanan dompet digital dinilai memiliki peluang bisnis yang besar. Jumlah penduduk Indonesia yang begitu besar, merupakan peluang bagi Ovo. Dengan semakin banyaknya jumlah penduduk maka sasaran masyarakat pengguna e-money seperti Ovo juga semakin besar. Ovo juga memiliki pengaruh yang besar terhadap bisnis lain seperti bisnis e-commerce karena banyak menjalin kemitraan.
Di Ovo banyak terdapat promo discount dan cashback sehingga harga yang didapatkan menjadi lebih terjangkau, masyarakat pun jadi banyak yang tertarik untuk menggunakannya. Penggunaan Ovo juga dinilai mudah dan sangat efisien sehingga dapat mengatasi antrean panjang dalam hal pembayaran. Selain itu, ovo juga dapat melakukan pembayaran tagihan seperti pulsa, listrik, dan BPJS yang tentu saja akan semakin menarik minat masyarakat milenial.
4. Tokopedia
https://bit.ly/3qeAYhz
- Perkembangan
Tokopedia merupakan perusahaan perdagangan elektronik atau sering disebut dengan toko daring. Tokopedia diluncurkan pada 17 Agustus 2009, didirikan oleh William Tanuwijaya dan Leontinus Alpha Edison pada 6 Februari 2009. Pada tahun 2016, Tokopedia menghadirkan produk teknologi finansial. Pada tahun 2017, Tokopedia meluncurkan produk Deals untuk membantu masyarakat Indonesia mendapatkan penawaran terbaik dari delapan kategori, termasuk Travel dan Activity. Pada tahun 2019, Tokopedia meluncurkan jaringan Gudang Pintar bernama TokoCabang di tiga kota yakni Jakarta, Bandung, dan Surabaya. Layanan gudang ini bertujuan untuk membantu para penjual di marketplace tersebut dalam memenuhi pesanannya.
Pada Oktober 2014, Tokopedia menjadi perusahaan teknologi pertama di Asia Tenggara yang menerima investasi sebesar US$ 100 juta atau sekitar Rp 1,2 triliun dari Sequoia Capital dan SoftBank Internet and Media Inc (SIMI). Lalu pada April 2016, Tokopedia kembali dikabarkan mendapatkan investasi sebesar US$ 147 juta atau sekitar Rp 1,9 triliun. Pada bulan Agustus 2017, Tokopedia menerima investasi sebesar US$ 1,1 miliar dari Alibaba. CEO Tokopedia William Tanuwijaya mengatakan dana dari Alibaba ini merupakan investasi murni dan bukan mengakuisisi Tokopedia.
- Peluang Bisnis
Pada awalnya, masyarakat di Indonesia sebenarnya masih ragu akan pembelian barang atau jasa di internet (jual beli online) karena dianggap bahwa jual beli tersebut sangat rawan akan penipuan. Apalagi uang yang dikeluarkan untuk jual beli online kadang cukup besar dan tentu saja merugikan apabila terjadi penipuan. Dari sana Tokopedia melihat adanya peluang dan memanfaatkan peluang tersebut untuk membangun sebuah perusahaan dagang elektronik sehingga sampai sekarang mampu membangun kepercayaan masyarakat.
Tokopedia juga mudah digunakan dan diakses dalam hal mendaftar, menjual, atau membeli bahkan oleh kalangan awam sekalipun. Tools yang tersedia sangat mudah dimengerti. Biasanya situs jual beli online juga menggunakan bahasa Inggris. Kesempatan itulah yg diambil karena tokopedia sendiri memakai bahasa Indonesia yang memudahkan masyarakat Indonesia sendiri untuk melakukan jual beli online.
5. Traveloka
https://bit.ly/2Zhm2Ua
- Perkembangan
Traveloka adalah perusahaan yang menyediakan layanan pemesanan tiket pesawat dan hotel secara daring dengan fokus perjalanan domestik di Indonesia. Didirikan pada tahun 2012 oleh Ferry Unardi, Derianto Kusuma, dan Albert Zhang. Awalnya Traveloka berfungsi sebagai mesin pencari untuk membandingkan harga tiket pesawat dari berbagai situs lainnya. Pertengahan tahun 2013 Traveloka berubah menjadi situs reservasi tiket pesawat yang mana penggunanya dapat melakukan pemesanan di situs resmi. Pada bulan Juli 2014, jasa pemesanan hotel telah tersedia di situs Traveloka.
November 2012, perusahaan Traveloka mengumumkan investasi tahap awal oleh East Ventures. Pada bulan September 2013, perusahaan Traveloka mengumumkan investasi seri A oleh Global Founders Capital. Dana dari investasi digunakan untuk membangun layanan baru seperti pemesanan hotel dan paket wisata. Traveloka mengumumkan pendanaan sebesar US$ 500 juta pada bulan Juli 2017. Sekitar US$ 350 juta dari pendanaan tersebut berasal dari Expedia. Traveloka dikabarkan mendapat dana sebesar US$420 juta dari GIC pada tahun 2019. Pada tahun 2020, Traveloka mendapat pendanaan sebesar US$ 250 juta di tengah pandemi Covid-19.
- Peluang Bisnis
Keperluan masyarakat untuk bepergian ke suatu tempat terus meningkat setiap saat dengan berbagai tujuan seperti pulang kampung, liburan, berbisnis, dan banyak lagi, menjadikan Traveloka sebagai salah satu aplikasi yang banyak digunakan. Ini dikarenakan Traveloka merupakan aplikasi yang mudah, cepat, dan tepercaya. Traveloka bisa diakses dimanapun dan kapanpun. Informasi yang ditampilkan pada Traveloka juga up to date dan mengikuti perkembangan sehingga orang-orang tertarik mengunjungi Traveloka apabila ingin memesan tiket pesawat ataupun kamar hotel.
Traveloka juga berisikan informasi lengkap mengenai harga tiket pesawat dan hotel dengan akurat. Harga yang ada di Traveloka juga lebih murah dan dapat dijangkau oleh banyak kalangan masyarakat, banyak pilihan harga sesuai dengan keingginan penggunanya. Tidak lupa Traveloka juga menyediakan pilihan bahasa Inggris sehingga bisa go international dan dapat digunakan oleh pengguna luar Indonesia. Dari sana peluang bisnis Traveloka dirasa cukup besar karena jangkauan pasarnya yang luas.
Referensi
Analisa.id. 2019. Sejarah Panjang Ovo : Startup Unicorn Kelima Indonesia diakses pada 12 Februari 2021.
Karimuddin, Amir. 2012. Layanan Pencarian Tiket Pesawat Traveloka Masuki Tahap Public Beta diakses pada 12 Februari 2021.
Prasya, Ifan. 2020. Strategi Marketing Gojek: Analisis SWOT & Bisnis Model Canvas diakses pada 11 Februari 2021.
Putra, Ade Dharma. 2018. Analisis SWOT 5 Situs E-Commerce di Indonesia (LAZADA, TOKOPEDIA, ELEVENIA, BUKALAPAK dan BLIBLI.COM) diakses pada 11 Februari 2021.
Ruang Mahasiswa. KAJIAN MANAJEMEN STRATEGIK (MAGIK): STRATEGY GENERATION & SELECTION diakses pada 12 Februari 2021.
Trijal, Rahma. 2016. ANALISA SWOT PADA TRAVELOKA diakses pada 12 Februari 2021.
Windriya. 2019. SWOT ANALYSIS BUKALAPAK diakses pada 11 Februari 2021.
Putri, Livia. 2018. Achmad Zaky Founded Bukalapak to Improve Small Businesses diakses pada 11 Februari 2021.
Zaenudin, Ahmad. 2019. 9 Tahun Gojek: Kala Teknologi Membentuk Cara Hidup Manusia Urban diakses pada 11 Februari 2021.
Welcoming a fresh start diakses pada 11 Februari 2021.

Komentar
Posting Komentar